
Ada perasaan senang ketika menjadi siswa dan dapat duduk dibangku kelas satu pada SMAN Panyabungan tahun 1989/1990 sebagai satu-satunya SMA yang ada, Masa remaja yag bebas tidak seperti disekolah SMP yang selalu dipantau orang tua. Inspirasi dari tontonan film tahun 80 an yang banyak mengangkat kisah kasih disekolah menengah atas yang sangat romantis semakin lengkap. Hal ini tentu sangat beralasan untuk ukuran anak sekolah yang menjcari jati diri dimasa pubertas.
Ingatan masih jelas ketika pertama kali mengenal dan mulai mempelajari mata pelajaran ilmu ekonomi yang tentunya masih asing, semua dengan seksama mendengar penjelasan Ibu guru walau terlihat tidak terlalu ramah namun status masih singel menjadi menarik saat menjelaskan kata "ekonomi" berasal dari bahasa Yunani, "oikos" berarti "rumah tangga" dan "nomos" berarti "peraturan" atau "aturan" dan dapat diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau cara mengatur kebutuhan dalam suatu rumah tangga dan darinya kitapun mengenal Adam Smith sebagai Bapak Ekonomi. Selanjutnya ia menjelaskan tentang prinsip ekonomi mengatur upaya setiap individu yang terlibat dalam roda perekonomian untuk menghasilkan keuntungan secara optimal dengan kata lain modal kecil dan untung sebesar-besarnya.
Berdasarkan prinsif ekonomi, tentu teman yang menanyakan terkait ”Dapat apa ?” ketika diajak untuk aktif dalam kegiatan alumni/Pasmada tentu tidak salah dan bukan sesuatu yang asing. Barangkali juga teman tersebut sudah menerapkan prinsif ekonomi dalam prinsif hidup yang sudah mempelajarinya saat memilih jurusan IPS. Berbeda dengan kita yang memilih jurusan IPA saat naik ke kelas dua pelajaran ekonomi sudah tidak ada lagi. Suatu ketika, iseng membuka buku terkait ekonomi dan dapat menemukan kembali konsep dasar manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) oleh Adam Smith, manusia sebagai makhluk ekonomi dilandasi oleh keadaan terbatasnya sumber daya, sedangkan kebutuhan manusia selalu bertambah. Oleh sebab itu, manusia perlu melakukan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Selama ini hanya mengenal manusia sebagai Homo sapien dan homo erectus di kelas IPA dan ternyata Smith mengartikan manusia sebagai makhluk ekonomi karena manusia cenderung tidak pernah puas dengan apa yang telah diperoleh dan selalu berusaha terus-menerus memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya jadi makin paham terkait prinsif dan konsef dasar manusia sebagai mahluk homo economicus dan pantasan saja kita selalu dapat ujian ekonomi dalam hidup karena belom lulus dari mata pelajaran ini.
Bersambung..